✿Baca Entry Yang Lepas✿

Friday, October 28, 2011

Perempuan Yang Dicintai Suami

Perempuan Yang Dicintai Suami:


Perempuan Yang Dicintai Suamiku

“Pesan” dahsyat buat para suami (dan calon suami) untuk menjaga istrinya…


Dan motivasi hebat buat para istri (dan calon istri) untuk tetap mencintai suaminya…


Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelangpernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menurutiapa mauku. Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergike kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anakkami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja,itu pun kalau aku masih bangun.



Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir,memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makanberdua diluar pun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyiksendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yangberadu dengan sendok garpu.Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak2kami, dia jarang sekali tertawa lepas.


Karena dia sangat pendiam, aku menyangka diamemang tidak suka tertawa lepas. Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahunpernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergoleksakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya.Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkandiri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat matayang begitu cantik seperti yang dia miliiki.


Matanya bersinar indah, penuh kehangatan danpenuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengankalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkanmungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meishabercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalumereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meishayang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklanuntuk perusahaan tempatnya bekerja.Aku mulai mengingat 2-5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario,setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebihdari 3x.


Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain,dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau akutanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.51Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Akusedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak jugamau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? tidak mau makanjuga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya”, lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambilmenyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya.



Dan….aku tidakpernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidakpernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangiaku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelahoperasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidakmau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketikadia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasasakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu.


Meisha begitu manis,dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku.Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami danke-2 anaknya yang lucu2.Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadariitu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keritingikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya,dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?”Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,Dear Meisha,Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, akutidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima.


Aku mencintai Rimakarena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak adaperasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidakpernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakitiperasaannya.Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi akutidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untukmengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cintauntukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah52mendapat siraman dari pemiliknya.


Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidakpernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang laindan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatikuterasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, diabisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkanseluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikanuntukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkaumengerti, you are the only one in myheart.yours,MarioMataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat.


Meskipun baru berusia 7tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Diamencintai perempuan lain. Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surathampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemaribajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkantabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantardan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja danminta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku.



Aku dulumemintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudahmenikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuanyang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja,bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripadadia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnyanasibku.


Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah diamencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudahmembuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalahkebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.**********Setahun kemudian…Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itumasih basah merah dan masih dipenuhi bunga.“Mario, suamiku….Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertamakali bekerja di kantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku.


Aku begitu terpesonapadamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk53sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Akusering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atasangin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantikyang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaikusehingga mau melakukan apa saja untukku…..Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketikaaku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnyamenyukai Mario.Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “kenapa, Rima? Kenapa kamumesti cemburu? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku?”Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku.Engkau tidak pernah bahagiabersamaku.


Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yangsempurna yang engkau inginkan.Istrimu, Rima”Di surat yang lain,“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingines. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta darimatamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bolamatamu saat memandang Meisha……”Disurat yang kesekian,“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagisuka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkanmasakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung.


Aku tidak lagi sukabertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan akuselalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Akumerawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, akumenungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat,karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha danmenantinya……..”Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya…dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.Disurat terakhir, pagi ini…“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkautidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akanmasak, masakan yang paling enak sedunia.


Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude54Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan akuhanya mengendarai motor.Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu.Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.Tahukah engkau suamiku,Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahunkita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2cinta mulai bersemi dihatimu ?………”Jelita menatap Meisha, dan bercerita, “Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, darijauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannyakepadaku.


Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya.Mama memarkir motornya di seberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobilitu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……”.Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untukmerasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkanemail lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.Dear Meisha,Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 danselalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyupkarena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya.


Tiba2 aku baru menyadari betapaberuntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulaimencintainya?Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besokaku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya,supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapikarena dia belahan jiwaku….Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terdudukdisamping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi,Mario……


Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergimeninggalkan kita.………………………………………


Diangkat dari kisah seorang sahabat karibku,,

No comments:

Copyright © ✿Emas✿Putih✿Blog✿ Designed by azhafizah.com